Anggota Jangan Takut

Sumber: Kompas

Semua Fraksi di DPR Perlu Mendukung Hak Angket Bank Century

Senin, 16 November 2009 | 03:32 WIB

Jakarta, Kompas – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat jangan takut mendukung hak angket terkait dana talangan untuk Bank Century meskipun elite di partainya tak mendukung. Anggota DPR seharusnya justru takut pada rakyat.

Penggagas hak angket Bank Century dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Effendy Choirie, Minggu (15/11), menegaskan, anggota DPR dipilih rakyat dalam pemilu untuk mewakili suara rakyat. ”Bos kita itu rakyat,” katanya di Jakarta.

Choirie mengingatkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kampanye menjanjikan akan memberantas korupsi dengan tidak pandang bulu. Dengan mendukung hak angket Bank Century itu justru turut menyukseskan pemerintahan SBY-Boediono.

”Semestinya kader Partai Demokrat juga mendukung. Kalau tidak mendukung justru aneh,” tegasnya lagi.

Secara terpisah, Ketua Umum Angkatan Muda Demokrat Indonesia Victor Manurung meminta semua anggota DPR mendukung hak angket Bank Century. ”Partai Demokrat yang sejak awal selalu berjuang untuk memberantas korupsi tentu akan menyelesaikan semua kasus yang merugikan uang negara,” ujarnya di Jakarta, Minggu.

Apalagi, kata Victor, kalau hak angket itu memang sudah sesuai mekanisme dan konstitusi, semua anggota DPR mestinya bisa menyetujuinya. Penyelesaian kasus Bank Century penting agar rakyat dapat mengetahui dengan jelas masalah sebenarnya.

Lindungi hak rakyat

Penandatangan Hak Angket Bank Century dari Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menambahkan, respons positif dari Wakil Presiden Boediono mestinya bisa menumbuhkan dukungan bulat dari semua fraksi DPR, termasuk Fraksi Partai Demokrat. Apalagi gerakan ini tak diarahkan untuk menggoyang pemerintahan, tetapi untuk mengungkap kejanggalan penetapan kebijakan bailout (pemberian dana talangan) bagi Bank Century.

”Jika kita menunggu hasil kerja Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), itu sama artinya percaya kita dibawa ke jalan buntu. BPK akan kesulitan memperoleh data aliran dana karena terbentur undang-undang (UU) yang mengatur Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan,” ucapnya lagi.

Penandatangan Hak Angket dari Partai Keadilan Sejahtera, Bukhori, menambahkan, hak ini perlu digunakan DPR untuk mengetahui berbagai kejanggalan dalam penggelontoran dana sebesar Rp 6,7 triliun pada Bank Century. ”Hal ini semata untuk membuka kabut penggelontoran duit ke bank yang pemiliknya terbukti kriminal itu pada publik,” katanya.

Menurut Bukhori, kasus Bank Century bermula dari manajemen yang tak beres yang dikuasai pemilik saham terbesar, PT Century Mega Investindo (milik Robert Tantular) dan First Gulf Asia Holdings Ltd (Rafat Ali Rizvi dan Hesham al Warraq). Robert ditangkap dan divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 50 miliar atas penggelapan dana bank itu. Rafat dan Hesham kini buron Interpol.

Penggagas Hak Angket Bank Century dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, T Gayus Lumbuun, mengingatkan, usulan itu bukan politisasi untuk melemahkan pemerintah. Usulan angket ini harus dilihat secara proporsional oleh semua fraksi sebagai bagian dari menyuarakan aspirasi rakyat dan menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah. Karena itu, semua fraksi perlu mendukung. (sut/mam)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s