Angket Century Tidak Jatuhkan Kekuasaan

Sumber: Kompas

Minggu, 15 November 2009 | 03:55 WIB

Jakarta, kompas – Hak angket Bank Century yang digagas PDI-P tidak untuk menjatuhkan pejabat negara atau pemerintah. PDI-P menjamin, pengajuan hak angket itu untuk mengurai persoalan supaya menjadi jelas sehingga tidak lagi menjadi polemik publik.

”Berdasarkan temuan tim kecil kami memang ada kejanggalan, tapi ini semua tujuannya tidak untuk menjatuhkan personal di lembaga pemerintah atau Bank Indonesia, misalnya, tapi mengarah pada kebijakannya,” kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP), Gayus Lumbun.

Dalam diskusi ”Tibalah Century Pada Hak Angket” di Jakarta, Sabtu (14/11), Gayus menambahkan, usulan angket tersebut melibatkan hampir semua unsur partai di DPR, kecuali Partai Demokrat.

Saat diserahkan ke pimpinan DPR Kamis lalu, para pengusul yang berjumlah 139 orang itu terdiri dari PDI-P 80 orang, Partai Golkar 24 orang, Partai Hanura 14 orang, PKS 8 orang, Partai Gerindra 8 orang, Partai Amanat Nasional 3 orang, PPP 1 orang, dan PKB 1 orang.

Partai-partai yang menjadi anggota koalisi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang ikut menandatangani usulan hak angket itu adalah Partai Golkar, PKS, PAN, PKB, dan PPP.

”Sebagian partai yang menyetujui itu juga berkoalisi dengan kekuasaan. Jadi, tidak mungkin mereka bertujuan menjatuhkan apa yang mereka dukung,” katanya.

Selain itu, Gayus menambahkan, angket ini tujuannya untuk mengaudit kebijakan, bukan untuk menginvestigasi kasus Bank Century saja. ”Untuk audit Bank Century biar dilakukan oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” ujarnya.

Menurut Gayus, tim PDI-P memang telah menemukan indikasi tindak pidana yang mengarah pada pihak-pihak yang memberikan usulan kepada pemerintah atau BI dalam pengambilan kebijakan. Dalam temuan tim, Gayus menjelaskan, selain menemukan aliran dana ke luar negeri untuk Robert Tantular (mantan Direktur Bank Century), juga ditemukan adanya aliran dana ke dua orang lagi di luar negeri.

Namun, anggota Fraksi Partai Demokrat DPR, Sutan Bhatoegana, mengaku khawatir hak angket untuk kasus ini akan prematur jika dilakukan sekarang, sementara hasil audit BPK sebagaimana dijanjikan tinggal dua pekan lagi selesai.

”Melalui angket, DPR bisa panggil setiap orang. Padahal, orang itu bisa jadi juga sedang diperiksa BPK sehingga menjadi tidak efektif,” katanya.

Pembicara lainnya, analisis keuangan dan perbankan Yanuar Rizky, mengatakan, audit BPK yang dipakai alasan pro kontra angket menunjukkan DPR tidak ke substansi masalah.

Selain mendorong angket DPR, menurut Yanuar, masalah lain yang tak kalah penting adalah mendorong percepatan audit oleh BPK dan mengawal prosesnya agar transparan.

Golkar mendukung

Seperti dikemukakan Gayus dalam diskusi di Jakarta, salah satu anggota koalisi, yaitu Partai Golkar, memang terang-terangan mendukung hak angket.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, dalam dua kesempatan di Balikpapan dan Manado, kemarin, mengatakan, untuk bisa menjalankan pemerintahan secara baik, klarifikasi kasus Bank Century sangat diperlukan.

Untuk itulah Partai Golkar sebagai pendukung pemerintah meminta klarifikasi masalah tersebut dengan menempuh hak angket atau interpelasi di DPR.

”Tidak ada muatan lain-lain kecuali meminta klarifikasi. Sekali lagi kami tak menginginkan hak angket menjadi amunisi menyerang pemerintah. Kami menghargai komitmen koalisi,” kata Aburizal seusai membuka Musyawarah Daerah Partai Golkar Sulawesi Utara Ke-8 di Manado.

Di Semarang, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir mengaku kecewa dengan sikap fraksi partainya di DPR yang mayoritas tidak mendukung angket Century. Dari 46 anggota Fraksi PAN, hanya tiga orang yang menyetujui angket tersebut. (ILO/ZAL/FUL/AIK)

Iklan

2 Komentar

Filed under Berita

2 responses to “Angket Century Tidak Jatuhkan Kekuasaan

  1. Keren kalo Golkar ikutan Acc Hak angket

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s